"Thank God my childhood was awesome"

Dari mulai lapangan RT gue, sampe RT orang lain, semua punya andil dalam bahagianya masa kecil gue. Emang gak kepikiran saat itu betapa masanya akan bikin gue tersenyum saat ini. Gak ada yang bisa gantiin masa kecil gue. Juara banget lah..
Indra, Denis, Dedi, Empi, Agi, Nizwar, Ziyad, itu sedikit dari nama-nama temen masa kecil -yang emang tetangga- yang berpartisipasi ngisi memori masa kecil gue. Bahkan adek gue dan tetangga-tetangga yang seumuran adek gue -yang umurnya 4 taun di bawah gue- pun pernah main bareng gue. Tiap hari, pulang sekolah, sore-sore, atau abis tidur siang, atau bahkan pas siang lagi terik-teriknya, main bentengan.. galasin.. tak jongkok.. tak umpet.. coca-cola-disini-ada-pesta, karet, atau main ke rumah salah satu dari kami dan ya, just having some fun doing random things.

Ada satu pangkalan metromini di gang belakang komplek rumah. Udah abandoned sih, dan itu kita jadiin rumah hantu. Kita klaim milik kita. Kita berpetualang di dalemnya, uji nyali, atau sekedar maen detektif-detektifan. Ya, sekali lagi, doing random things.
Gak bisa dituangin ke dalam tulisan, gimana masa kecil gue membentuk gue saat ini, yang sudah sangat puas dan bahagia ngelewatin masa itu. Gue bersyukur punya masa kecil yang menyenangkan dan gak bisa digantikan dengan hal mahal macam apapun. Bersyukur masa kecil gue dihabiskan dengan orang-orang menyenangkan, bukannya dengan gadgets super canggih kayak yang nemenin anak-anak kecil jaman sekarang. They replace human being. It's not fun to having fun with dead things! Being punched back is stunning, eh! :))
Random things you got when you're a child. They're priceless.
~R.
Labels: That's what we called a LIFE